Hubungan Faktor Pendukung dengan Perilaku Pencegahan Keputihan Patologis pada Remaja

  • Fauziah Yulfitria Poltekkes Kemenkes Jakarta III
  • Aticeh Poltekkes Kemenkes Jakarta III
  • Nina Primasari Poltekkes Kemenkes Jakarta III
  • Karningsih Poltekkes Kemenkes Jakarta III
  • Mardeyanti Poltekkes Kemenkes Jakarta III
  • Elly Dwi Wahyuni Poltekkes Kemenkes Jakarta III

Abstract

ABSTRAK

 Keputihan atau fluor albus merupakan masalah yang umum dialami setiap perempuan dari berbagai usia dan termasuk masalah yang cukup serius. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lebih kurang 75% perempuan didunia dipastikan dapat mengalami fluor albus dan sekitar 90% perempuan di Indonesia berpotensi mengalami fluor albus. Pada saat mengalami keputihan, diharapkan setiap perempuan berperilaku hidup sehat agar dapat mencegah terjadinya keputihan patologis. Menurut beberapa survey, masih banyak remaja putri yang memiliki perilaku kurang sehat dalam menangani keputihan atau mencegah keputihan patologis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan faktor pendukung dengan perilaku pencegahan keputihan patologis pada remaja. Metode penelitian ini adalah deskriptif Analitik dengan pengumpulan data secara cross sectional. Pengambilan sampel secara stratified random sampling dengan jumlah sampel 98 orang. Data yang digunakan adalah data primer dengan memberikan angket kepada responden. Analisa data secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara pelayanan kesehatan dengan perilaku pencegahan keputihan patologis pada remaja (p-value = 0,000) dan tidak terdapat hubungan antara keterpaparan informasi dengan perilaku pencegahan keputihan pada remaja (p-value = 1,000). Penelitian merekomendasikan perlunya diadakan pelayanan kesehatan yang berhubungan dengan penanganan masalah-masalah keputihan di masyarakat, seperti pelayanan di posyandu, di puskemas, disekolah dan ditempat-tempat yang mudah dijangkau masyarakat.

References

Arikunto, Suharsini. (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta; Rineka Cipta.
Ayuningtyas, D. (2011). Hubungan antara Pengetahuan dan Perilaku Menjaga Kebersihan Genetalia Eksterna Dengan Kejadian Keputihan pada Siswi SMA Negeri 4 Semarang. Semarang: Tesis Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro.
Badaryati, Emi (2012). Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pencegahan dan penanganan keputihan patologis pada siswa SLTA atau sederajat di Kota Banjar Baru. Depok; FKM UI
Donatila, (2011). Hubungan Antara Pengetahuan dan Perilaku Menjaga Kebersihan Genitalia Eksterna dengan Kejadian Keputihan pada Siswi SMA Negeri 4 Semarang. Semarang: Universitas Diponegoro
Kusmiran, Eny. (2012). Kesehatan Reproduksi Remaja dan Wanita. Jakarta Selatan; Salemba Medika
Notoatmodjo, S. (2010). Promosi kesehatan dan ilmu perilaku. Jakarta: Rineka Cipta.
Nurul, Siti Qomariah dkk (2001), Infeksi Saluran Reproduksi (ISR) pada Perempuan Indonesia. Depok; Pusat Komunikasi Kesehatan Prespektif Gender Bekerjasama dengan Ford Foundation
Prawirohardjo, Sarwono. (2015). Ilmu Kebidanan. Jakarta; Yayasan Bina Puskata
Rozaknasa, (2003). Penyebab Keputihan. http//www.keputihan.com
Siregar, Amarulloh. (2014). Jangan Sepelekan Keputihan by dr. Boike Dian Nugraha. http//www.dokter.us. diunduh pada tanggal 22 April 2015 jam 22.00 WIB
Taslim, (2008). Keputihan Pada Remaja. http//www.keputihanremaja.co.id
Winardi. (2004). Manajemen Perilaku. Cetakan Kedua. Jakarta; Kencana Prenada Media Group
Umairoh Cholisah. (2010). Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Perineal Hygiene Pada Remaja Putri Berbasis Precode Proced Model di SMPN 45 Surabaya. Surabaya; Universitas Keperawatan UNAIR
Yulfitria F. (2017). Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dalam Meningkatkan Pengetahuan Tentang Pencegahan Keputihan Patologis. Jurnal Bidan. “Midwife Jurnal” Volume 3 No. 02, Juli 2017.
Yulfitria F. (2015). Hubungan Faktor Predisposisi Dengan Perilaku Pencegahan Keputihan Patologis Pada Mahasiswa Kebidanan Jakarta. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan. Poltekkes Jakarta III
Published
2022-10-31