Analisis Kandungan Logam Berat pada Buah yang Dijual dipinggir Jalan Pasar Pagi Arengka Kota Pekanbaru

  • Betty Nia Rulen STIKes Tengku Maharatu
  • Zurni Seprina STIKes Tengku Maharatu
  • Triyani STIKes Tengku Maharatu
Keywords: logam berat, timbal (Pb), tembaga (Cu), pepaya, pisang

Abstract

Kontaminasi logam berat terhadap polusi pencemaran udara pada pedagang buah dipinggir jalan yang dijual dalam kondisi terbuka akan meningkatkan kadar logam berat, apabila dipajang dalam keadaan lama dan akan mengakibatkan toksik bagi kesehatan manusia. Buah pepaya (Carical Pepaya L) dan buah pisang (Musa paradisiaca) merupakan buah yang memiliki manfaat dalam mempelancar sistem pencernaan dan paling banyak tingkat produksi di Kota Pekanbaru. Tujuan dari penelitian adalah untuk menganalisis kandungan dan kadar logam berat Timbal (Pb) dan Tembaga (Cu) pada buah pepaya dan pisang dengan pemaparan 0 hari dan 3 hari. Desain penelitian deskriptif analisis kuantitatif dengan jumlah 8 sampel dengan uji laboratorium melalui metode Atomic Absorpation Spectrometer (AAS) dan analisa data yang digunakan adalah univariat. Hasil penelitian ini menunjukan kadar kandungan Timbal (Pb) pada buah Pepaya sebesar 0,48mg/kg (0 hari) menjadi 1mg/kg (3 hari) dan Tembaga (Cu) sebesar 0,52mg/kg (0 hari) menjadi 1,1mg/kg (3 hari). Kandungan Timbal (Pb) pada buah Pisang sebesar 0,36mg/kg (0 hari) menjadi 0,68mg/kg (3 hari) dan Tembaga (Cu) sebesar 0,58mg/kg (0 hari) menjadi 1,38mg/kg (3 hari). Semua sampel uji masih berada di bawah Nilai Ambang Batas (NAB) maksimum cemaran logam dalam makanan berdasarkan Dit Jend POM No.03725/B/SKVII/89 untuk Pb 2,0 mg/kg dan Cu 5,0 mg/kg. Disarankan pedagang buah untuk menutup buah yang dijual dipinggir jalan menggunakan lemari kaca atau dengan membungkus buah menggunakan plastik seperti plastik sterofoam dan palstik stretch atau menyimpan dilemari pendingin atau lemari khusus buah.

Published
2021-10-30