Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Burnout Perawat di RSIA Andini Pekanbaru

Penulis

  • Regina Vuspyta STIKes Tengku Maharatu
  • Muhammad Irwan STIKes Tengku Maharatu
  • Wan Anita STIKes Tengku Maharatu

Kata Kunci:

beban kerja, stress kerja, area perawatan dan burnout perawat

Abstrak

Perawat merupakan tim kesehatan yang berperan menghadapi masalah kesehatan selama 24 jam. Hal inilah yang menyebabkan perawat mengalami kejenuhan, stress, merasa beban kerja tinggi namun tidak sebanding dengan tingkat ketergantungan pasien dan ketenagaan perawat. Melalui wawancara peneliti dengan 7 perawat di RSIA Andini, didapatkan 5 perawat jenuh dengan aktivitasnya, merasa beban kerja tinggi dan stress akan pendokumentasian yang terlalu mendetail dan harus akurat. Tujuan  penelitian  adalah  mengetahui  faktor-faktor  yang  berhubungan  dengan kejadian  burnout  perawat  di  Rumah  Sakit.  Desain  penelitian  adalah  deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel adalah perawat RSIA Andini berjumlah 30 perawat dengan teknik pengambilan sampel yakni total sampling. Penelitian ini menggunakan kuesioner burnout Maslach Burnout Inventory-Human Service Survey (MBI-HSS), beban kerja (r hitung validitas adalah 0,689 – 0,871 dan r hitung reliable adalah 0,954) dan stress kerja (r hitung validitas adalah 0,465 – 0,900 dan r hitung reliable adalah 0,936). Uji statistik yang digunakan adalah uji chi square. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan beban kerja dengan kejadian burnout (p value = 0,009 dan OR= 13), terdapat hubungan stress kerja dengan kejadian burnout perawat (p value =0,001 dan OR= 26) dan tidak terdapat hubungan area perawatan dengan kejadian burnout perawat (p value = 0,264). Penelitian ini berharap manajemen RS dapat membuat kebijakan yang tepat untuk mengetahui faktor penyebab burnout demi meningkatkan kinerja perawat dan menciptakan iklim organisasi yang baik untuk mencegah turn over perawat di rumah sakit.

Unduhan

Diterbitkan

2021-06-01 — Diperbaharui pada 2024-01-03

Versi